Rabu, 16 Februari 2011

Gerbong 8-5A Tawang Jaya

Di dalam gerbong ini aku memetik rindu. Segelas kopi susu yang baru saja aku beli dari ibu-ibu pedagang asongan. Teguk demi teguk aku lewati hingga dingin menemaninya, dan masih saja terbayang akan dirinya. Tak tau seberapa jauh lagi aku sampai di Jakarta, berharap enggan sampai agar selalu membayangkan dirinya. Tak kunjung habisnya akupun berharap ia berada disisiku kini, duduk disampingku, tangannya menggandeng lenganku, dan kepalanya bersandar dipundakku.
“ aaaahhhh”
Seteguk kopi susu kembali aku raih. Tegukan itu tak ku sangka membuyarkan imajinasiku dan semakin tersadar kereta ini membawaku semakin jauh dari pelukannya.
Aku melihat sekeliling. Seorang wanita tua duduk disampingku bersama anaknya yang aku duga cukup pantas bila berbini. Keduannya aku dengar berlogat batak. Tepat didepanku seorang pria paruh baya dan disampingnya berada kedua temanku yang bersama berangkat menuju Jakarta dari Semarang. Tak kusangka, tepat pukul 21.47 stasiun Tegal menyapaku dengan hangat. Para asongan berebut naik kedalam gerbong untuk mencari rupiah demi keluarga dirumah. Sebatang rokok aku sulut, seteguk kopi susu aku sruput.
“ aaaaahhhhhhhh, Mantab “
Secara mengejutkan, paras pesona Nisa kembali bersetubuh denganku. Puing-puing rindupun kembali menyatu. Tiba-tiba jendela gerbong menggertakku
“ bbrrakkk”
jendela itu tertutup rapat. Bangsat, kehangatan bersama nisa langsung hilang secepat kilat. sepertinya malaikatpun cemburu terhadapku
“ hahahaha “
tak terasa malampun telah berlalu, dan akupun yakin Nisa sedang memimpikan aku. dari dalam gerbong delapan ini aku hanya bisa berkata
“ Selamat Malam”
“ Selamat Tidur “
“ Tidurlah yang nyenyak “
“ Semoga Mimpimu Indah “
“ I Love You “
“ I Miss You “
“ I Need You “
Sebatang rokok aku sulut kembali. Di stasiun Pasar Senen Jakarta aku telah tiba.

Tidak ada komentar: