Antara duka dan cita.
Disebuah gubuk kecil kita menanti harapan.
Harapan yang akan datang entah sampai kapan.
Didalam rintik air dan didalam kepulan asap awan kelabu.
Sapaan halilintar pun ikut menghangatkan suasana.
Diatas bukit nglimut inipun kita masih menunggu harapan.
Namun kitapun tahu harapan itu tak kunjung datang.
Sejenak merenung, akan bagaimana nasib kita mendatang.
Kita menyadari pelindungpun tak bersama kita.
Menerjang, menerka, menerpa tak hiraukan harapan yang kita harapkan.