Jumat, 28 Januari 2011

alfian febriyanto bermoto

karena dari tunas menjadi pohon yang
kokoh

alfian febriyanto berpolitik

Dengan penuh waspada saya
menaruh minat yang besar pada
proses perpolitikan secara
keseluruhan.

alfian febriyanto berpolitik

Dengan penuh waspada saya
menaruh minat yang besar pada
proses perpolitikan secara
keseluruhan.

Rabu, 26 Januari 2011

Seputar Gender

Mungkin seiring jaman bergulir,
Perempuan merasa tertindas oleh laki-laki,
Hal itu karena mereka hidup di negara patriarki,
Jadi wajar kalo perempuan merasa tertindas,
Sekarang kita balik,
Bila laki2 hidup di negara matriarki, tidakkah laki-laki
merasa terinjak-injak harga dirinya,
Sekarang bnyk bermunculan para wanita yang
memperjuangkan hak-hak mereka!
Dan mungkin laki-laki hanya menunggu bila jaman
telah terbalik, gantian laki-laki yang
memperjuangkan hak-haknya

perjalanan sang tuna netra

Jangkah demi jangkah dilewati
Meter demi meter dilampaui
Berjalan tanpa tau arah
Hanya tongkat ditangan sebagai mata
Rupiah demi rupiah kau kumpulkan demi nafsu
perutmu
Merindik-rindik pelan menghindari semua yang
akan kau tabrak
Aku merenung ketika aku berjalan di alun-alun
selatan jogja pada malam sembilan bulan delapan
dua ribu sembilan dengan mata tertutup untuk
melintasi di antara dua pohon beringin,
Ya Allah,
Seperti inikah seorang buta yang biasa aku lihat?
Seperti inikah orang buta alami?
Berjalan tak tau jalan mana yang baik untuk
dilewati
Aku saja yang diberi kelebihan tak mampu hanya
melintas di tengah kedua pohon beringin itu!
Iba aku!
Mataku keluarkan ulu lembut
Ya Allah,
Terima kasih kau telah berikan aku kelebihan,
Semoga kau berikan kenikmatan pada kami semua.

Kepada Sang Ayah

Ayah,
Bila belum habis waktuku,
aku ingin seperti dirimu.
Menyayangi anakku walau anakku tak akan pernah
tau seberapa dalam cintaku untuknya.
Namun bila telah habis waktuku,
aku ingin anakku menjunjung tinggi orang tuanya,
seperti harapku ingin menjunjung tinggi orang
tuaku kini sampai kala redupku kelak.

tukang becak yang saya hormati dan di ridhoi Allah

hasil interview secara langsung dengan tukang becak menyatakan bahwa beliau bekerja untuk keluarganya meski kadang sebagian waktunya ia gunakan untuk tidur diatas becaknya. ''wajar ae mas, lha wong bar genjot, kan kesel, yo tak nggo turu nek ra ono penumpang, ben iso sehat maneh nek ono penumpang.'' begitu beliau berkata. Dan beliaupun tak memungkiri bahwa sebagian uangnya ia gunakan untuk main remi, ''kadang yo maen remi mas karo kanca2 liane, nek bejo yo ndue duit akeh, nek apes yowes, siap2 di pisuhi bojo q nang omah. Tp yo pie neh mas, Aku yo jek pengen sugeh''. Demikian keterangan dari tukang becak yang saya temui, Penuh dengan keluguan, tanpa perlu di tunggangi kepentingan para elite, dan realistis. Dan saya pun balik di tanya, '' lha sampean nopo mas?'' Dengan pede saya menjawab, '' KULO MAHASISWA PAK''.