Rabu, 26 Januari 2011

perjalanan sang tuna netra

Jangkah demi jangkah dilewati
Meter demi meter dilampaui
Berjalan tanpa tau arah
Hanya tongkat ditangan sebagai mata
Rupiah demi rupiah kau kumpulkan demi nafsu
perutmu
Merindik-rindik pelan menghindari semua yang
akan kau tabrak
Aku merenung ketika aku berjalan di alun-alun
selatan jogja pada malam sembilan bulan delapan
dua ribu sembilan dengan mata tertutup untuk
melintasi di antara dua pohon beringin,
Ya Allah,
Seperti inikah seorang buta yang biasa aku lihat?
Seperti inikah orang buta alami?
Berjalan tak tau jalan mana yang baik untuk
dilewati
Aku saja yang diberi kelebihan tak mampu hanya
melintas di tengah kedua pohon beringin itu!
Iba aku!
Mataku keluarkan ulu lembut
Ya Allah,
Terima kasih kau telah berikan aku kelebihan,
Semoga kau berikan kenikmatan pada kami semua.

Tidak ada komentar: